Jumat, 14 Juni 2013

0 Pengertian Interaksi Sosial

Date: Jumat, 14 Juni 2013 06.41
Category:
Author: Kadek Dama
Share:
Responds: 0 Comment


Pengertian Interaksi Sosial
Hubungan sosial antar manusia, antar kelompok, juga antar manusia dengan kelompok memang selalu terjalin dalam rangka memenuhi kebutuhan.Tentu ada kebutuhan yang bersifat perseorangan ataupun kelompok dalam hal ini, baik dalam skala yang kecil maupun besar. Biasanya dalam hubungan-hubungan tersebut terjadi saling mempengaruhi. Seorang misalnya,berdagang daging ayam hidup di daerah tertentu yang para warganya tidak mengkonsumsi daging. apakah pedagang tersebut mau bersikeras berjualan daging ayam ? Jika orang tersebut tetap ingin hidup dari profesi berdagang , tentunya ia harus mengganti barang yang dijualnya. Inilah contoh sederhana saling memengaruhi dalam hubunagan sosial itu. Jika contoh tadi diteruskan, mungkin saja pedagang tadi memperkenalkan jenis-jenis dagangan lain yang tergolong baru dan melahirkan kebutuhan-kebutuhan baru pula.
Sekali lagi, itulah contoh hubungan sosial dalam masyarakat yang saling memengaruhi. Contoh seperti itu tentu dapat kita tarik pada hubungan-hubungan sosial yang lain di masyarakat. Misalnya hubungan antara kelompok agama dengan individu-individu di masyarakat, antara seorang guru dengan warga di daerah terpencil, antara suatu daerah dengan aktivitas perekonomian tertentu (misalnya pabrik), dan masih banyak lagi. Belum lagi berbagai jenis hubungan antar individu. Pendek kata hubungan sosial manusia dalam masyarakat senantiasa bersifat timbal balik dan saling memengaruhi.
Nah, hubungan-hubungan timbal balik yang saling memengaruhi itulah yang dikenal dengan interaksi sosial. Jadi, interaksi sosial dipahami sebagai hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok yang satu dengan yang lain (yang saling memberi pengaruh). Dalam interaksi tersebut tentu saja ada pertentangan dan kompromi, sebab dalam interaksi sosial
akhirnya ada nilai-nilai baru yang diterima dan nilai-nilai lain yang ditolak .
A. Interaksi dan Proses Sosial
Bagaimana kaitan antara interaksi sosial dengan proses sosial ? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu menyimak apa gerangan proses sosial itu.
1. Pengertian Proses Sosial
Adanya interaksi sosial menyebabkan terjadinya proses saling mempengaruhi antar individu, individu dengan kelompok, juga kelompok dengan kelompok lain. Pada masyarakat di mana individu dan kelompok-kelompok hidup terjadilah proses sosial itu.
Bagaimana proses sosial itu terjadi ? Gambaran sederhananya kurang lebih seperti ini.hubungan antara individu dan masyarakat adalah komplementer (saling melengkapi) satu dengan yang lain. Manusia dalam pembentukan kepribadiannya dipengaruhi masyarakat. Manusiapun memberi pengaruh terhadap masyarakat sehingga dapat menyebabkan perubahan besar.
Adanya individu yang mengubah lingkungan (masyarakat) sekeliling senantiasa dijumpai. Buktinya ? Di antara kelebihan manusia adalah kemampuan berpikir dan mengambil pelajaran dari pengalamannya. Manusia juga mempunyai kemampuan mencetuskan ide baru. Melalui ide-ide baru ini manusia sedikit demi sedikitakan mengubah masyarakat sehingga terjadilah proses sosial. Proses sosial kata Astrid S. Soesanto (1985), adalah proses pembentukan masyarakat.
2. Antara Proses Sosial dan Interaksi Sosial
Dapat kita katakan, bahwa masyarakat pada dasarnya senantiasa dalam proses sosial. Manusia senantiasa dalam proses pembentukan. Dengan kata lain masyarakat selalu dalam perubahan, penyesuaian, serta pembentukan diri (dengan lingkungan sekitarnya).
Bagaimana corak perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat ? Yang perlu diketahui, perubahan dalam masyarakat itu biasanya tidak terjadi dengan mendadak. Karena itu proses sosial terjadi menurut aturan-aturan tertentu seperti yang telah diterima masyarakat melalui kebudayaan. Interaksi sosial menimbulkan proses sosial. Dengan interaksi sosial itu masyarakat sebagai tempat hidup individu dan kelompok mengalami perubahan-perubahan.
B. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Interaksi sosial dapat terjadi apabila memenuhi dua macam syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Bagaimana kontak sosial dan komunikasi dalam interaksi tersebut ? Mari kita uraikan bersama.
1. Kontak Sosial
                    Kontak berasal dari kata con atau cum (yang artinya bersama-sama atau intim) dan tango (yang artinya menyentuh). Kebersamaan kalian dalam keluarga, jalinan antara murid dan guru dalam kegiatan-kegiatan di sekolah, rapat RT di kampung kalian misalnya, merupakan bentuk dari kontak sosial. Tentu saja contoh-contoh yang lain masih banyakdalam kegiatan-kegiatan kehidupan manusia sehari-hari di masyarakat. Mereka bertatap muka intim dan dapat merasakan berbagai kesan dari kontak itu.
                    Namun demikian, dalam Sosiologi, kontak tidak selalu berupa hubungan intim secara jasmaniah. Tidak semua mereka yang melakukn kontak tesebut harus berhadap-hadapan langsung. Zaman sudah maju. Berbagai temuan teknologi komunikasi sudah dapat mengatasi sekat ruang dan tempat. Maka, orang dapat berhubungan dengan orang lain lewat surat, telepon,handphone, telegram, radio, dan alat-alat komunikasi lainnya.
                    Apa perbedaanya ? Tentu saja, kesan-kesan yang didapat antara kontak langsung bertatap muka dengan melalui alat bantu itu pada akhirnya berbeda.
a. Jenis-jenis Kontak Sosial
Kontak social dapat kita lihat dari beberapa sudut pandang. Masing-masing sudut pandang tersebut antara lain :
1) Dari Segi Praktik
Dari segi praktik/cara berlangsungnya. kontak sosial dapat dibedakan menjadi dua,yaitu :
a) Kontak Primer
Yakni kontak yang terjadi apabila masing-masing pihak saling bertatap muka dan berhadap-hadapan secara intim. Kontak ini dapat berlangsung secara mendalam, sebab hubungan secara visual dan perasaan-perasaan yang berhubungan dengan kesan serta pendengaran terlibat di dalamnya. Sebagai contoh dua remaja berlainan jenis yang bercakap-cakap sambil duduk santai dalam sebuah taman bunga. Pembicaran yang mereka lakukan pasti akan memberi kesan yang berbeda dibanding dengan lewat surat.
b) Kontak Sekunder
Yakni kontak antarindividu atau antar kelompok dengan memanfaatkan media tertentu. Wujud media tersebut dapat berupa aneka alat komunikasi seperti telepon, radio, majalah, surat kabar, dan internet. Jadi, masing-masing pihak yang berinteraksi tidak harus berada dalam tempat dan waktu yang sama. Contoh kontak sekunder adalah tindakan siswa membaca koran. Lewat surat kabar, siswa membaca koran. Lewat surat kabar, siswa itu mengetahui hal-hal penting yang menjadi pilihan redaksi. Sampailah pemikiran dari redaksi koran kepada pembaca yang akan mempengaruhi sikap pembaca.
2) Dari Segi Sifat
Dari segi sifat kontak sosial dibedakan menjadi 2. Masing-masing :
a) Kontak Positif
Biasanya kontak ini akan mengarah pada kerjasama. Misalnya, Ami bertemu dengan Kiki dan memberi senyum, berjabat tangan, sambil menawarkan bantuan. Jika Kiki menyambut dengan baik dan menerima tawaran itu, maka keduanya akan menuju pada suatu kerjasama. Hal ini berarti terjadi suatu kontak positif.
b) Kontak Negatif
Biasanya kontak ini akan mengarah pada suatu ketegangan dan pertentanagn. Dalam kasus di atas, apabila Kiki cemberut dan menolak tawaran itu maka kontak akan menjadi negatif yang dapat mengakibatkan tidak terjadinya kontak sosial.
3) Dari Segi Berlangsungnya
Dilihat dari sisi berlangsungnya, kontak sosial terbagi dalam tiga bentuk sebagai berikut.
a) Kontak Perorangan
Misalnya, Sandra mengajak Tika ke toko buku. Dari contoh tersebut kalian mengetahui bahwa kontak perorangan hanya melibatkan satu individu dengan individu yang lain.
b) Kontak Perorangan dengan Kelompok atau Sebaliknya
Contoh kontak perorangan dengan kelompok dapat kalian temui pada saat inspektur upacara memberikan arahan pada peserta upacara. Sedangkan contoh kontak kelompok dengan perorangan adalah sambutan meriah suporter sepak bola pada pemain yang berhasil mencetak gol ke gawang lawan.
c) Kontak Kelompok dengan Kelompok Lain
Misalnya dua partai politik mengadakan kerja sama untuk mengalahkan sebuah partai politik lain dalam pemilihan umum.
2. Komunikasi
                  Setelah kontak sosial, syarat berikut untuk terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi. Komunikasi dapat diartikan sebagai penyampaian dan penerimaan pesan. Orang berkata atau melakukan tindakan tertentu misalnya, biasanya karena ingin menyampaikan pesan. Dengan demikian, komunikasi merupakan alat dalam interaksi sosial.
                  Dalam kaitannya dengan interaksi sosial, kita tidak hanya memerhatikan hal yang dikatakan saja, namun juga memerhatikan hal-hal yang dilakukan. Inilah yang oleh Hal dan Hal (1971) dikatakan sebagai komunikasi nonverbal (nonverbal communication) atau bahasa tubuh, misalnya lirikan mata, desahan panjang, dan memegang batok kepala (kening). Semuanya itu merupakan bentuk-bentuk komunikasi nonverbal.
                  Adanya komunikasi nonverbal dalam masyarakat menuntut pemahaman terhadap berbagai simbol yang ada di masyarakat. Masyarakat satu dengan yang lain menggunakan simbol-simbol yang berbeda. Sebagai contoh warna merah. Dalam suatu masyarakat mungkin warna tersebut berarti keberanian. Akan tetapi, dalam masyarakat lain, warna merah dapat jadi merupakan simbol komunis. Begitu pula tentang simbol-simbol yang terdapat dalam berbagai tindakan.
                  Menurut Herbert Blumer (Margaret M. Poloma, 2003), masyarakat merupakan hasil dari interaksi simbolis. “Masyarakat harus dilihat sebagai tindakan orang-orang dan kehidupan masyarakat itu sendiri terdiri atas tindakan orang-orang itu,” demikian kata Blumer. Hal tersebut, sekali lagi menunjukkan perlunya memberi perhatian terhadap komunikasi nonverbal.
                  Sebuah komunikasi akhirnya memungkinkan interaksi sosial akan terus berlanjut atau berakhir. Menurut penelitian John Thilbaut dan Harold Kelly (Astrid S. Susanto, 1985), interaksi akan berlanjut selama pihak-pihak yang terlibat merasakan ada keuntungan. Sebaliknya jika keuntungan tidak didapatkan, interaksi tersebut berakhir.
                  Berdasarkan penelitian yang dilakukan Thilbaut dan Kelly juga disimpulkan sebagai berikut.
1. Komunikasi pada setiap masyarakat berlangsung menurut suatu sistem interaksi tertentu.
2. Dalam mengadakan komunikasi dan intraksi, orang cenderung menyesuaikan diri dengan sistem interaksi yang bersangkutan.
C. Jenis Interaksi Sosial
Kalian sudah mengetahui bahwa interaksi sosial mewarnai kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena masyarakat terdiri atas individu dan kelompok, maka interaksi sosial yang berlangsung juga melibatkan individu dan kelompok. Dilihat dari segi pelakunya, kita dapat membedakan beberapa jenis interaksi sosial, yaitu interaksi antara individu dengan individu, interaksi antara individu dengan kelompok, dan interaksi antara kelompok dengan kelompok. Berikut paparan mengenai ketiga jenis interaksi sosial itu.
1. Interaksi Antara Individu dengan Individu
                Interaksi antar individu dapat terjadi ketika dua orang saling bertemu dan salah satu individu memberikan pengaruh kepeda individu lainnya. Akibat adanya pengaruh tersebut maka pihak yang lain akan memberikan respon yang mungkin positif atau negatif. Wujud interaksi jenis ini biasa berupa tindakan berjabat tangan, sapaan, bercakap-cakap, atau bahkan pertengkaran. Jadi, interaksi ini hanya melibat dua orang saja.
2. Interaksi Antara Individu dengan Kelompok
                Dalam interaksi individu dengan kelompok, seseorang akan dihadapkan pada sekelompok manusia dengan berbagai kondisi dan kepentingan. Agar tercipta suatu intraksi sosial yang positif diperlukan kerjasama antara kedua belah pihak dengan jalan mematuhi norma yang berlaku. Contoh dari interaksi jenis ini ialah tindakan seorang guru mengajar siswa di depan kelas, serta tindakan seorang juru kampanye menyampaikan orasi di depan masa partai.
                Jenis interaksi ini juga meliputi interaksi antara kelompok dengan individu. Misalnya, interaksi antara para demonstran yang menyampaikan aspirasinya kepada bupati atau seorang anggota DPR.
3. Interaksi Antara Kelompok dengan Kelompok
                      Pada interaksi kelompok dengan kelompok, orang-orang yang berada dalam kelompok bukan lagi sebagai pribadi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai satu kesatuan. Kepentingan individu dalam kelompok dilebur menjadi suatu kepentingan kelompok. Tindakan individu dalam setiap kelompok tersebut mencerminkan kepentingan kelompok masing-masing.
                      Kalian dapat menemukan contoh interaksi antar kelompok pada pertandingan bola basket. Meskipun setiap pemain melakukan perannya masing-masing, namun pada dasarnya mereka bermain untuk kepentingan timnya.
D. Beberapa Faktor yang Berpengaruh dalam Interaksi Sosial
                       Selain membutuhkan kontak dan komunikasi suatuinteraksi sosial dapat berlangsung karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Tiap-tiap faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Imitasi
Interaksi ini terjadi karena seseorang melakukan peniruan terhadap perilaku orang lain. Contohnya anak kecil yang banyak meniru perilaku orang dewasa, anak-anak muda yang meniru potongan rambut bintang-bintang tenar, dan iklan-iklan. Imitasi dapat positif jika yang dijadikan objek imitasi itu berupa nilai, norma, moral, sikap atau perilaku yang baik. Imitasi juga memiliki kelemahan, karena dapat menimbulkan kebiasaan seseorang untuk meniru sesuatu tanpa pernah mengkritik. Jika sudah demikian, maka hal tersebut menghambat kebiasaan untuk berfikir kritis.
2. Sugesti
Dalam sugesti, seseorang memberikan suatu pandangan atau sikap yang kemudian diterima oleh orang yang mendengarnya. Dengan demikian, sugesti adalah suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu. Suatu sugesti mudah terjadi di dalam hal-hal berikut.
a. Kemampuan Berfikir Seseorang Terhambat
Misalnya karena kelelahan fisik, kelelahan berfikir, atau karena pengaruh perasaan emosional.
b. Keadan Pikiran yang Terpecah (Disosiasi)
Misalnya seseorang sedang bingung karena beragam kesulitan yang dihadapi.
c. Pengaruh Otoritas
Misalnya seorang kiai yang berwibawa akan mudah diikuti pandangannya oleh pengikutnya.
d. Pengaruh Mayoritas
Misalnya seseorang akan mudah mengikuti pandangan yang didukung oleh sebagian besar warga atau kelompok.
3. Identifikasi
Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menyamakan dirinya kepada orang lain. Proses dapat berlangsung dengan sendirinya secara tidak sadar, maupun secara sengaja. Mengapa? Karena seseorang kadang memerlukan contoh ideal dari figur idola dalam kehidupannya. Identifikasi berlangsung apabila seseorang benar-benar mengenal orang lain yang menjadi idolanya. Semua sikap, pandangan, cara, dan perilaku idola tersebut sangat menjiwai orang yang mengidentifikasi. Sebagai contoh, seorang anak yang mengidentifikasi dirinya dengan ayahnya. Ia akan mengambil alih sikap, norma, dan perilaku ayahnya untuk menjadi miliknya. Dalam segala perilaku, ia ingin berperilaku seperti ayahnya.
4. Simpati
                        Simpati dapat disebut sebagai sikap dan perasaan suka, senang, dan tertarik seseorang terhadap orang lain serta seolah-olah merasa berada dalam keadannya. Sikap simpati ini timbul bukan karena pertimbangan rasional, melainkan berdasarkan penilaian perasaan yang tiba-tiba untuk merasa tertarik.
                        Sikap simpati yang berlangsung timbal balik akan menghasilkan suatu kerjasama. Seseorang berfikir dan berperilaku seakan-akan dirinya adalah orang tersebut. Dorongan utama rasa simpati biasanya ingin mengerti dan berkerjasama dengan orang lain tanpa memandang status atau kedudukan.
5. Empati
                  Empati adalah perasaan ketertarikan yang mendalam terhadaporang lain atau kelompok lain. Empati lebih tinggi derajadnya pengaruhnya disbanding simpati. Empati mempengaruhi kejiwaan seseorang.
Contohnya, seorang ayah ikut merasakan penderitaan anaknya yang sedang sakit

Artikel Terkait :



Poskan Komentar